Seni Menolak: Cara Menarik Bat

Bagian 1: Filosofi Penolakan: Deklarasi Melindungi Diri, ‘Saya Memutuskan untuk Hidup sebagai Diri Sendiri’

Sejak kita lahir, kita dihadapkan pada berbagai ekspektasi orang lain. Dari permintaan mendesak untuk meminjam uang hingga permintaan kencan buta yang ringan, permintaan dan penolakan adalah takdir yang tak terhindarkan dalam hubungan antarmanusia. Namun, sebagian besar orang belajar ‘cara meminta’, tetapi tidak belajar ‘seni menolak’ yang seharusnya jauh lebih canggih.

Ketika kita tidak dapat menolak dengan benar, hidup kita berubah menjadi ‘kerja paksa emosional’ untuk memenuhi tuntutan orang lain. Sekarang, kita harus mendefinisikan penolakan bukan hanya sebagai tindakan menyingkirkan orang lain, tetapi sebagai keputusan filosofis paling bermartabat untuk merebut kembali kedaulatan hidup kita.

1. Alasan tidak bisa menolak bukanlah karena ‘baik hati’, melainkan karena tidak memiliki ‘prinsip’

Mereka yang kesulitan menolak sering mengatakan bahwa mereka terlalu baik, atau tidak tega berbicara karena takut menyakiti perasaan orang lain. Namun, secara jujur, alasan sebenarnya tidak bisa menolak bukanlah kebaikan, melainkan ketiadaan ‘prinsip inti (Core Principle)’ yang menopang diri sendiri.

Kami tidak dilahirkan untuk memenuhi pandangan orang lain.

Orang yang memiliki standar kuat di pusat kehidupannya akan segera memutuskan di mana harus

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top